RSS

PROFIL PROVINSI KEPULAUAN RIAU

Kondisi Geografis dan Administrasi

Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan tiga negara yaitu Malaysia, Singapura, dan Vietnam di laut. Provinsi ini memiliki 2 (dua) Kota dan 4 (empat) Kabupaten yakni Kota Tanjung Pinang, Kota Batam, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Riau. Provinsi ini memiliki luas wilayah 251.810,71 km yang sebagian besar yakni 95,97 persen atau 241.251,30 km2 merupakan perairan dan terdiri dari gugusan kepulauan sebanyak 1.062 pulau. Provinsi Kepulauan Riau memiliki batas wilayah di sebelah Utara dengan Laut Cina Selatan; di sebelah Timur dengan Negara Malaysia dan Provinsi Kalimantan Barat; di sebelah Selatan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi; dan; di Sebelah Barat dengan negara Singapura, Malaysia, dan Provinsi Riau.

Administratif dan Geografis

Terdapat 4 (empat) kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah laut Singapura, Malaysia, dan Vietnam antara lain : (1) Kab. Kepulauan Riau, (2) Kabupaten Karimun, (3) Kota Batam, dan (4) Kabupaten Natuna

Lintas Batas

Berdasarkan kesepakatan dengan Malaysia telah disepakati titk-titik yang menjadi perlintasan batas antara Indonesia-Malaysia di Provinsi Kepuluan Riau.Keberadaan Pos Lintas Batas (PLB) dan Pos Pemeriksaan Lintas Batas (PPLB) beserta fasilitas Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Keamanan (CIQS) sebagai pintu gerbang yang mengatur arus keluar masuknya orang dan barang di wilayah perbatasan sangat penting. Sebagai pintu gerbang negara, sarana dan prasarana ini diharapkan dapat mengatur hubungan sosial dan ekonomi antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat di wilayah negara tetangganya. Jumlah sarana dan prasarana PLB, PPLB, dan CIQS serta jumlah aparat di pos-pos wilayah perbatasan tersebut masih minim. Dari keseluruhan PLB yang ada, PLB Belakang Padang di Batam dan PLB Tarempa di Natuna merupakan PLB yang juga berfungsi sebagai tempat perlintasan internasional dan dilengkapi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)

Kondisi Kependudukan dan Sosial Ekonomi

Penduduk Provinsi Kepulauan Riau tahun 2005 (Supas, 2005) sebanyak 1,27 juta jiwa, dengan penyebaran tertinggi berada di Kabupaten Kota Batam sebanyak 48%%, dan paling sedikit berada di Kabupaten Lingga sebanyak 7%. Laju pertumbuhan penduduk provinsi antar tahun 2000-2005 sebesar 4,99%, Penduduk yang menempati wilayah perbatasan sebanyak 80% dari penduduk Provinsi Riau Kepulauan, dan tersebar di 5 kabupaten/kota.Kondisi pendidikan berdasarkan indikator Angka Melek Huruf, relatif cukup baik (di atas 90%), terutama di Kota Batam sebesar 98,8%. Kabupaten Lainnya yang menempati wilayah perbatasan, memiliki angka melek huruf antara 92,9%-95,3%, dan masih berada di bawah rata-rata provinsi sebesar 96%

Berdasarkan indikator Rata-rata lama sekolah di kabupaten yang berada diwilayah perbatasan, Kota Batam memiliki angka Rata-rata lama sekolah tertinggi sebesar 10,65 tahun, dan terendah berada di Kabupaten Natuna sebesar 6,7 tahun. Untuk kabupaten lainnya yang menempati wilayah perbatasan, juga memiliki rata-rata lama sekolah di bawah rata-rata provinsi sebesar 8,1 tahun. Kondisi kesehatan penduduk kabupaten/kota yang menempati wilayah perbatasan berdasarkan indikator Angka Harapan Hidup, kecuali untuk Kota batam, kabupaten lainnya masih berada dibawah rata-rata Angka Harapan Hidup provinsi sebesar 69,5 tahun. Kondisi Angka harapan Hidup terendah berada di Kabupaten Natuna sebesar 67,5 tahun.

Berdasarkan indikator komposit dari indeks pendidikan, indeks kesehatan dan indeks daya beli yang ditunjukkan dengan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kota Batam dengan nilai IPM 76,5 menduduki ranking ke-8 dari 440 kabupaten/kota di Indonesia, sedangkan Kabupaten natuna dengan IPM 68,4 menduduki ranking ke 239. Sementara berdasarkan penyebaran penduduk miskin diantara kabupaten/kota di wilayah perbatasan, jumlah penduduk miskin tertinggi berada di Kota Batam sebanyak 28 Ribu jiwa (5%), namun berdasarkan persentase penduduk miskin, tertinggi berada di Kabupaten Kepulauan Riau sebesar 13% (24,6 ribu jiwa).

Kondisi Perekonomian Daerah

Struktur perekonomian Provinsi Kepulauan Riau tahun 2006 didominasi oleh tiga sektor utama, yaitu: sektor industri pengolahan sebesar Rp. 27.703.998,94 juta (59,94 %), sektor pertambangan dan pengalian sebesar Rp. 4.866.027,18 juta (10,53 %), dan sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp 3.657.525,75 juta (7,91 %). Sedangkan Kontribusi sektor lainnya seperti sektor sektor keuangan persewaan dan jasa perusahaan Rp. 2.518.939,92 juta (5,45 %), sektor pertanian Rp. 2.369.108,44 juta (5,13 %), sektor bangunan Rp. 1.917.794,32 (4,15 %), sektor pengangkutan dan komunikasi sebsar Rp. 1.854.662,45 juta (4,01 %), sektor jasa-jasa Rp. 1.076.056,08 juta (2,33 %), dan sektor listrik, gas dan air bersih Rp. 251.963,01 juta (0,55%)

Potensi SDA. Wilayah perairan Provinsi Kepulauan Riau merupakan tempat yang sangat potensial dan ideal bagi pengembangan budidaya perikanan baik tangkap maupun budidaya, terumbu karang, serta budidaya rumput laut. Komoditas perikanan tangkap bernilai tinggi antara lain ikan napoleon dan kerapu (kerapu tikus, kerapu macan dan kerapu sunu). Sedangkan untuk perikanan budidaya yang dilakukan oleh masyarakat kebanyakan berupa pembesaran ikan kerapu dan napoleon dengan menggunakan bagan. Sektor pariwisata di wilayah perbatasan Provinsi Kepulauan Riau sangat potensial untuk dikembangkan karena sebagai daerah tujuan wisata maka pariwisata merupakan peluang bisnis / usaha yang sangat baik untuk dikembangkan. Obyek pariwisata yang potensial untuk dikembangkan antara lain adalah pantai pongkar, pantai pelawan, air terjun, sumber air panas, pantai lubuk, dan lain-lain. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke provinsi Kepulauan Riau, terutama di wilayah perbatasan seperti Kota Batam sangat bervariasi jumlah pengunjungnya terutama yang ke pulau Batam diantaranya negara Singapura masih merupakan pengunjung dominan dari setiap negara, karena Singapura dekat sekali jaraknya dengan kota Batam.Sementara berdasarkan PDRB perkapita non migas perkabupaten/kota pada tahun 2005, PDRB perkapita tertinggi berada di Kota Batam sebesar Rp. 46,4 juta, sedangkan kabupaten lainnya yang menempati wilayah perbatasan dengan PDRB perkapita antara Rp. 12-18 juta, dan berada di bawah PRDB perkapita Provinsi sebesar Rp. 29,34 juta.

Kondisi Sarana dan Prasarana

Terbatasnya infrastruktur seperti sarana dan prasarana dasar permukiman, jaringan air bersih, jaringan irigasi, sarana dan prasarana telekomunikasi dan transportasi menyebabkan wilayah ini memiliki aksesibilitas yang rendah dan terisolasi dari wilayah sekitarnya. Bila dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia, Singapura, dan Vietnam, maka kesenjangan infrastrukturnya terlihat semakin jelas. Fasilitas sosial dan umum untuk tingkat desa dan kecamatan yang lebih baik, dengan investasi infrastruktur yang lebih baik serta fasilitas transportasi dan telekomunikasi yang jauh lebih baik pula.

SUMBER: http://www.batas.bappenas.go.id//images/DATA%20WILAYAH/Kepulauan%20Riau/ProfilKepri

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: