RSS

PROFIL KABUPATEN SUPIORI

Geografis dan Administratif

Kabupaten Supiori memiliki 3 pulau kecil terluar yang terletak di Samudera Pasifik yaitu Pulau Fanildo, Pulau Bras, dan Pulau Bepondi yang termasuk kedalam gugus Kepulauan Mapia

Kabupaten Supiori merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara Palau dan beribukota di Sorendiweri. Kabupaten ini berada pada posisi 0o21’ – 1 o 31’ LS dan 134 o 47’ – 136 o 48’ BT dengan ketinggian 0–1000 meter diatas permukaan laut. Kabupaten ini mempunyai luas wilayah sebesar 572 Km2 (57.200 Ha), dengan batas wilayah sebagai berikut : – Sebelah Utara : Samudera Pasifik
– Sebelah Timur : Distrik Warsa dan Biak Barat Kab.Biak Numfor
– Sebelah Selatan : Selat Yapen
– Sebelah Barat : Selat Aruri
Kabupaten Supiori terbagi menjadi 2 gugus kepulauan yaitu Gugus Bepondi (Kepulauan Mapia, Kepulauan Bepondi) dan Gugus Sowek (Pulau Rani, Pulau Insumbabi, Teluk Korido, Pulau Aruri, Sowek, Ineke, Wongkeina dan Imbirsbori. Secara administratif, Kabupaten Supiori terdiri dari 3 wilayah distrik meliputi :
• Distrik Supori Utara, terbagi menjadi 12 Desa
• Distrik Supiori Selatan, terbagi menjadi 16 Desa
• Distrik Supiori Timur, terbagi menjadi 10 Desa

Berdasarkan Peraturan Presiden no. 78/2005 Kabupaten Supiori memiliki 3 pulau kecil terluar yang terletak di Samudera Pasifik yaitu Pulau Fanildo, Pulau Bras, dan Pulau Bepondi yang termasuk kedalam gugus Kepulauan Mapia. Pulau Fanildo dan Pulau Brass merupakan pulau berpantai pasir dan dikelilingi karang sehingga sulit didarati dari arah laut serta didominasi oleh tanaman kelap

Sumberdaya Alam

Pemanfaatan lahan.Hampir 95 persen dari wilayah Kabupaten Supiori termasuk hutan lindung sehingga usaha pertanian dan perkebunan dalam skala besar sangat sulit dikembangkan. Untuk lahan budidaya, dimanfaatkan untuk 5 (lima) kepentingan pemanfaatan yaitu perrmukiman, lading, tegalan, kebun campuran dan perkebunan dan berdasarkan luasannya didominasi oleh aktivitas perladangan.

Potensi. Potensi utama Kabupaten Supiori adalah sektor perikanan dan kelautan. Jenis-jenis ikan di daerah ini antara lain ekor kuning, tuna, cakalang, udang, teripang, dan lain-lain. Selain itu kabupaten ini memiliki potensi besar di bidang wisata terutama wisata bahari karena adanya keindahan alam yang unik dan khas berupa pantai pasir putih yang luas dan dapat ditemukan hampir di sejumlah pulau. Di dasar laut ditemukan terumbu karang dengan tumbuh-tumbuhan laut yang sangat indah, berbagai jenis ikan karang dan biota laut lain.

Sumberdaya Manusia

Penduduk. Pada tahun 2005, jumlah penduduk Kabupaten Supiori mencapai 13.178 jiwa, dimana 8.900 jiwa tinggal di perdesaaan dan 4278 jiwa tinggal di perkotaan. Dengan demikian kepadatan penduduk kabupaten ini adalah sekitar 23 jiwa per km2. Mata pencaharian utama penduduk yang bermukim di perdesaan adalah petani dan nelayan, terutama perikanan tangkap dan budidaya kendati dalam skala dan kapasitas yang sangat terbatas. Sedangkan mata pencaharian masyarakat kota lebih beragam antara lain sebagai PNS, pegawai swasta dan pedagang. Penduduk di pulau-pulau kecil terluar hanya berdomisili di dua pulau yaitu Pulau Brass dan Pulau Bepondi. Kesehatan. Secara umum tingkat kesehatan masyarakat masih relatif rendah. Malaria masih merupakan penyakit utama yang diderita masyarakat kabuipaten Supiori. Angka kematian ibu dan bayi masih rekatif tinggi, serta masih ditemukannya kasus gizi buruk.
Pendidikan. Pada tahun 2005 terdapat sekitar 2.100 orang siswa dengan jumlah terbesar di tingkat sekolah dasar.

Perekonomian Daerah

Terdapat empat sektor utama yang dikembangkan sebagai pendorong perekonomian lokal antara lain sektor perikanan, perdagangan dan jasa, pariwisata, khususnya wisata bahari, serta pertanian meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan. Sampai dengan tahun 2004 terdapat 2 industri besar, dan 120 industri kecil yang mampu menyerap tenaga kerja sebesar 1.112 orang. Secara umum kegiatan usaha di Kabupaten Supiori meliputi 4 kategori usaha yaitu (1) pangan dan kulit, (2) kimia dan bahan bangunan, (3) kerajianan umum, serta (4) logam dan elektronik. Kegiatan perdagangan di Kabupaten Supiori meliputi perdagangan komoditas palawija, hortikultura, sagu, perkebunan hingga peternakan dan perikanan. Sedangkan aktifitas perusahaan menegah sudah mencapai skala perdagangan antar kawasan maupun antar pulau. Komoditas yang diperdagangkan umumnya meliputi komoditas perikanan.

Sarana dan Prasarana

Pendidikan. Pada tahun 2005 terdapat 45 sekolah dan lembaga pendidikan di kabupaten Supiori dengan 165 orang guru dan sekitar Kesehatan. Pada tahun 2005 terdapat, 4 puskesmas, 2 balai pengobatan, 2 BKIA, 14 puskesmas pembantu (Pustu) serta 37 posyandu dan dilayani oleh 1 dokter, 21 bidan, 24 perawat.

Perhubungan darat. Prasarana perhubungan darat di kabupaten Supiori cukup memadai. Secara umum semua distrik di kabupaten ini dapat dicapai melalui transportasi jalan darat. Jalan antara Biak Numpor dan Supiori telah terbangun sehingga mobilitas barang dan manusia antara kedua kabupaten ini cukup tinggi.
Perhubungan laut. Jumlah pelabuhan laut di Kabupaten Supiori sebanyak 2 buah yang hanya dapat singgahi oleh Jenis Kapal Perintis. yaitu Dermaga Korido Supiori Selatan dan Dermaga Sabarmiokre Supiori Utara. Kedua pelabuhan ini akan dikembangkan menjadi pelabuhan penumpang dan muat bongkar.
Perhubungan udara. Prasarana perhubungan udara di Kabupaten Supiori belum ada dan masih menggunakan Bandara Frans Kaisiepo Biak Numfor. Bandara ini mempunyai landasan beton berukuran 3.570 m x 45 m dengan 2 (dua) buah tempat putaran (turning area) masing-masing berukuran 60 x 80 M. Bandar Udara Frans Kaisiepo mampu didarati semua jenis pesawat berbadan lebar, antara lain Airbus A-300, DC 10, B.737, B.747 dan sebagainya. Dampak langsung dari statusnya sebagai Bandara Internasional adalah terbukanya akses langsung Biak dan Supiori terhadap negara lain.

Isu Strategis antara lain :

  • Rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini disebabkan karena jarak dan akses ke pusat informasi yang relatif cukup jauh, belum idealnya rasio guru dan murid, terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan serta rendahnya keinginan untuk mengabdi di daerah terpencil yang merupakan kantong-kantong kualitas sumber daya manusia yang rendah.
  • Rendahnya derajat kesehatan. Hal ini disebabkan karena fasilitas dan layanan kesehatan yang belum memadai karena keterbatasan tenaga medis, kondisi geografis wilayah dan kebiasaan hidup masyarakat yang masih belum sadar pentingnya sanitasi dan higienis. Keterisolasian Daerah. Kondisi ini mengakibatkan lambatnya aksesibilitas barang dan jasa yang merupakan parameter kunci percepatan pembangunan. Realitas geografis kepulauan menjadikan masyarakan relative sulit menerima perubahan padahal sifat masyarakat Biak sangat terbuka dan ramah. Untuk itu, penerobosan isolasi dengan melakukan pembangunan saran dan moda transportasi merupakan pilihan utama pembangunan di daerah ini.
  • Kemiskinan Masyarakat. Kabupaten Supiori merupakan kabupaten kepulauan dengan konsentrat penduduk yang bermukim di wilayah pesisir dan pantai. Sekitar 80% penduduk pesisir dan pulau-pulau kecil masih terlilit kemiskinan.

SUMBER: http://www.batas.bappenas.go.id//images/DATA%20WILAYAH/Papua/profilSupiori.pdf

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: