RSS

LOCATION QUOTIENT (LQ)

Model yang sering digunakan untuk melakukan analisis kegiatan pada suatu wilayah antara lain dengan model analisis Location Quotient (LQ).  Teknik ini merupakan cara permulaan untuk mengetahui kemampuan suatu daerah dalam sektor kegiatan tertentu.  Hasil akhir dari teknik ini masih merupakan kesimpulan sementara yang masih harus dikaji kembali melalui teknik analisis yang lain sehingga dapat menjawab apakah kesimpulan sementara tersebut terbukti kebenarannya atau tidak.  Namun demikian, dalam tahap awal sudah cukup memberikan gambaran mengenai kemampuan daerah yang bersangkutan dalam sektor yang diamati.

Pada dasarnya teknik ini menyajikan perbandingan relatif antara kemampuan suatu sektor di daerah yang diselidiki dengan kemampuan sektor yang sama pada daerah yang lebih luas.  Adapun variabel yang digunakan sebagai alat ukur untuk menghasilkan koefisien dapat menggunakan satuan jumlah tenaga kerja pada sektor tersebut, hasil produksi atau satuan lain yang dapat dijadikan kriteria. Perbandingan relatif Model Location Quotient (LQ) ini dapat dinyatakan melalui persamaan matematis berikut :

           dimana :

          Si        =        jumlah buruh industri i di bagian wilayah yang diamati

          S        =        jumlah total buruh industri di seluruh bagian wilayah

          Ni           =        jumlah buruh industri i di seluruh wilayah

          N        =        jumlah total buruh di seluruh wilayah

Struktur perumusan LQ memberikan beberapa nilai sebagai berikut :

¨     LQ > 1 : sub wilayah yang diamati memiliki potensi surplus

¨     LQ < 1 : sub wilayah ybs berkecenderungan impor dari wilayah lain

¨     LQ = 1 : sub wilayah ybs telah mencukupi dalam kegiatan tertentu

LQ untuk mengukur sektor basis maupun non basis

Analisa LQ dapat dilakukan sebagai langkah awal untuk memperoleh informasi suatu sektor merupakan sektor basis atau non basis.

 atau

Keterangan :

LQi    = Location Quotient di wilayah I.

S i      = Jumlah produksi i (ton) di Kecamatan yang diselidiki.

S      = Jumlah produksi  (ton) seluruhnya di Kecamatan yang diselidiki.

Ni     = Jumlah produksi I (ton) di Kabupaten yang dikehendaki menjadi    bagiannya.

N      = Jumlah produksi  (ton) di Kabupaten yang dikehendaki menjadi bagiannya.

Data berdasarkan keterangan keterangan tersebut diatas, dimasukkan kedalam rumus, maka akan diperoleh indikasi sebagai berilkut :

  1. Bila LQ>1, Menyatakan sub daerah yang mempunyai potensi ekspor komoditas tertentu atau merupakan sektor basis.
  2. Bila LQ=1, Menyatakan bahwa daerah yang bersangkutan telah mencukupi kebutuhan dalam kegiatan tertentu.
  3. Bila LQ<1, Menyatakan sub daerah yang bersangkutan mempunyai kecenderungan impor dari sub daerah lain atau merupakan sektor non basis.

Asumsi-asumsi yang berlaku dalam perhitungan LQ :

  1. Kualitas setiap komoditas sama.
  2. Tingkat teknologi yang digunakan sama.
  3. Setiap lahan menghasilkan produk tunggal.

SERIAL PEMBANGUNAN DAERAH bisa dilihat di Manual Teknik  PT.GRHAYASA NCE Consulting Services.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: