RSS

KEPULAUAN KEI, TUAL, MALUKU TENGGARA

Tual – Maluku Tenggara

Bagian yang paling dapat diakses dari selatan Maluku, Kepulauan Kei dengan cepat mendapatkan kembali reputasi mereka sebagai tempat untuk pergi untuk mencari pantai yang sempurna. Salah satu pantai yang dikunjungi adalah Pantai Ngurbloat di desa Ngilngof. Pedunduk setempat menyebut pantai ini “Pasir Panjang” atau pantai berpasir yang panjang.

Tujuan paling populer adalah pulau Kei Kecil, yang dihubungkan dengan jembatan ke pulau tetangga Dullah.  Jembatan ini juga menghubungkan kota kembar Tual dan Langgur yang membentuk ibukota kepulauan Kei keseluruhan, dan dengan demikian, dua pulau membentuk sebuah unit yang praktis. Berbeda dengan kedua datar, pulau gundul, Kei Besar, yang terbesar dari Kei, adalah pasir panjang, pegunungan dan hutan.

Pulau-pulau lainnya di kepulauan Kei cenderung dari pasir putih kecil dan kelapa jenis telapak tangan, tapi masyarakat seperti Tanimbar Kei, terkenal karena budaya tradisional. Ada akomodasi terbatas pada Pasir Panjang di Pulau Kei Kecil, yang terbaik dari pantai ini. Anda dapat tinggal di pondok kecil yang nyaman pantai dibangun oleh masyarakat lokal. Mereka juga dapat menyediakan dengan (hangat) makan dan air tawar. Anda juga dapat menyewa perahu untuk mengunjungi banyak pulau kecil pittoresk atau pergi memancing atau menyelam.

Semakin banyak orang mengunjungi pulau-pulau Kei untuk surfing, windsurfing atau selancar layang-layang atau menyelam.  Tual ibukota daerah juga terhubung dengan kapal atau dengan pesawat ke seluruh Indonesia melalui Ambon, tetapi tidak memiliki tempat terpisah dari fasilitas yang lebih baik.

BUDAYA LOKAL

Islam

Jauh dari kota Tual yang memiliki banyak penduduk non-pribumi dari barat Indonesia, umat Islam sangat banyak minoritas di Kei. Orang muslim kei, seperti kebanyakan di Maluku, cenderung mengikuti bentuk ajaran Islam yang biasa. Hal ini di pinggiran Tual, sepanjang jalan menuju ke desa dan Difur Dullah.

Kristen

Agama utama di kepulauan ini adalah Kristen, dengan Kei menjadi salah satu dari beberapa pulau di Maluku Katolik mana, bukan Protestan, mendominasi. Bahkan Kei dipandang sebagai pusat Katolik di Maluku semua. Gereja mendominasi sebagian besar desa, dan Anda juga dapat diundang untuk bergabung dengan layanan pada hari Minggu.

CARA KE SANA

Pesawat_

Ada beberapa penerbangan setiap hari antara Ambon dan Langgur pada Wings, Trigana dan Expressair. Trigana juga terbang antara Langgur dan Dobo (Kepulauan Aru) dua arah, dan dari Saumlaki (Tanimbar Islands) untuk Langgur, sementara Expressair terbang dari Langgur ke Saumlaki. Merpati juga terbang  SANGAT teratur dari Langgur ke Larat dan Saumlaki. Ada rencana untuk membuka bandara baru dengan landasan yang lebih panjang, yang akan memungkinkan pesawat besar mendarat di sini langsung dari Jawa dan Sulawesi.

Kapal_

Kapal Pelni terhubung Tual-Ambon-Banda-Dobo (Aru) murah Saumlaki (Tanimbar). Mereka juga melanjutkan ke Papua, Sulawesi dan Jawa.
Feri KM Kormomolin pergi dari Tual ke Larat di utara Tanimbar (pada Selasa), dan untuk Kur melalui Tayando (pada Sabtu) mingguan, sedangkan Lobster KM serupa berjalan dua kali seminggu (Selasa dan Jumat) untuk Dobo di Aru. Berbeda dengan kapal Pelni, ini berjalan feri sering dibatalkan ketika lautan ombak yang besar.

Nah Pulau Kei adalah salah satu dari sepuluh pantai yang masih asri atas di dunia. Sebagaimana membutuhkan banyak kesulitan, harus beristirahat-yakin bahwa perjalanan Anda akan menyenangkan.

SUMBER: http://hakim31.student.umm.ac.id/2011/08/05/tual-maluku-tenggara/

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: