RSS

TRAVEL GIRL

 

“She may not look like a fashion plate, but behind that tanned and freckled face from all the days out in the sun, lies a mind that can take you places and an open heart that will take you for what you are, not for what you can be.”

Iyakah?? ko berdasarkan pengalaman pribadi (dengan mengabaikan laki-laki yang memang senang traveling & paham dunia traveling termasuk karakteristik perempuan yang suka traveling) butuh waktu lebih lama untuk sekedar tertarik dan mengenal lebih jauh perempuan dengan penampilan di balik “tanned & freckled face from all the days out” dibanding dengan perempuan dengan dandanan modis, serba dempul make up, pokonya yang “look like a fashion plate” deh, apalagi kalau lagi pake settingan baju untuk traveling, waduh waktunya lebih lama lagi. Tapi dari sisi lainnya, keluarlah jawaban klasik “semua tergantung sama selera pribadi masing-masing” hyahahaha

“Yes, a girl who travels knows that anytime, anything can happen and she just has to be prepared with it. Nothing takes her by surprise, she takes everything with equanimity, knowing that such things are always a part of life. She’s reliable & dependable, traits that she’s learned while on the road.”

Well, couldn’t agree more…. memang kebanyakan perempuan yang sudah terbiasa sama kegiatan traveling bakalan lebih bisa ngontrol rasa “khawatir, kaget, takut, ragu”, jadi ga hanya cuman teriak-teriak ga jelas macem di film-film thriller yg ngegambarin c aktris cuman bisa teriak-teriak ditempat dengan durasi yg lama. Kaget boleh, tapi udah gitu harus cepet ‘balik’ lagi & mikirin tindakan selanjutnya, bukannya diterusin dengan kembali teriak-teriak.

“Is a girl who love travels worth it? Yes, she is. So when you find her, keep her. Don’t lose her with your insecurities and doubts. Because when she says she loves you. she relly does. After all. she’s seen so many things, met so many people, and if she had chosen you, better grab that opportunity and thank God that you were lucky enough she’s chosen you and not that bloke she met while watching the sun rise in Angkor Wat, or while whitewater rafting in the Padas Gorge in Sabah.”

Nah, disinilah bagian uneg-unegnya…. pengalaman pribadi…. yap, saya emang udah pernah liat berbagai hal, ketemu banyak orang, dan saya jga udah milih seseorang. Memang sih jauh sebelum saya mulai kenal sama dunia traveling. Tapi setelah saya kenal dunia traveling, saya tetep milih dia, padahal keadaan hubungan kita sekarang udah ga sebaik-baik dulu. Makin lama, makin sering ketemu masalah, makin sering ngadepin tantangan-tantangan baru di umur pacaran yang makin tua, makin banyak ketemu kenalan-kenalan baru dengan sifat dan kepribadian yang berbeda-beda, maksudnya jauuuuh beda sama sifat orang yang udah saya pilih. Saya bisa aja langsung milih orang lain  yang baru saya kenal, dan sempet milih juga tapi ternyata ga bisa kalau harus gantiin posisi orang yang udah saya pilih buat diisi sama orang lain. Sayangnya dia ga seberapa kuat buat tetep jadiin saya orang yang dipilihnya. Berkali-kali dia minta buat lepas, tapi lagi-lagi saya yang bikin biar kita tetep bareng, cape juga yaaa, serba salaaah…..

If she says she loves you, she must have seen something in you, something that can always call her back from her travels, something that can anchor her to the world in the way she wants to after weeks and month or being on the road. Date a girl who travels. Make her feel safe, warm, and secure. Make her believe that no matter where she goes, and however long she’s gone, you’ll always be there for her, the one that can she call home. Find a girl who travels. Date her. love her, marry her, and your world will never be the same again.

Yah, saya emang liat ‘sesuatu’ dari dia, tapi anehnya sampe sekarang, saya ga tau ‘sesuatu’ itu apa & cuman bisa ngerasa ajah. Dulu waktu kita masih sering bareng-bareng setiap hari, dia selalu jadi alesan saya buat pulang dari kegiatan traveling. Dia juga bisa jadi alesan saya ga ikut kegiatan traveling, malah dia juga bikin saya traveling sambil belajar apa artinya “kangen”, jarak, kesibukan masing-masing, ilang komunikasi yang bisa diatasin sama yang namanya rasa percaya kalau nanti semuanya bisa baik-baik lagi & bisa dihadepin. Yap, ga jarang kalau traveling sama sekali ga bisa komunikasi karna ga ada sinyal, abis batre, fisik udah cape duluan jadi yang diutamain adalah istirahat buat diri sendiri ketimbang ngasih kabar. Tapi sekarang, saya sama dia udah ga bisa sesering dulu buat ketemu, jadi alesan saya buat selalu pulang adalah ga ada, hanya kondisi fisik, keluarga & keuangan aja yg bikin saya pulang, ga se-spesial dulu. Malah sekarang, yang saya mau hanya pergi traveling pulang dan pengen secepetnya pergi lagi pulang lagi secepetnya pergi lagi, ga kekontrol, ga ada lagi yg spesial yang bikin cape traveling saya ilang, ga ada lagi yg spesial di waktu luang kalau ga ada kegiatan traveling. Mungkin kesannya berlebihan, tapi tenang, saya udah mulai terbiasa ‘sendiri’ without someone who made me feel safe, warm, secure. No someone special who always be there for me…. maybe it never was.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: