RSS

THEIR’S “FOOTPRINTS” IN OUR HEART & LIFE

After Lebaran Trip

“tdklh bgt pnting, dmn ssorng dilahirkn. ttapi, dmn dia brglut mnapakit stapak rimba n brlalu diujung belokn dipunggung bukit, prlhn samar lalu dijmput brsma angin, itulh yg utama..#substansi_pd_sbuah_eksistensi”

-Risal Zulfikar-

“Bukan tentang siapa yang kita kenal paling lama, yang datang pertama atau paling perhatian. Tapi tentang siapa yang datang dan tidak pergi”

-Foto di Path-

Sebenernya ga sengaja aja sih baca 2 kalimat ini pas lagi cek sosmed di Subuh buta tanggal 3 Februari 2014. Ah, iya hari ini salah satu sahabat terbaik saya ulang tahun. Sahabat yang bukan saya kenal dari jenjang pendidikan, tapi dari sebuah kegiatan travelling di akhir tahun 2011-2012 di sebuah tempa yang bener-bener tempat yang harus saya datangi versi saya, SEMERU! Yah, teman 1 ini memang bukan asli Bandung, tapi lahir & besar di Kediri, Jawa Timur dan semenjak kuliah dan kerja menetap di Bandung-Jakarta-Cirebon. Tadinya ada sedikit rencana kecil & sederhana dengan 1 orang sahabat saya lainnya, hanya sekedar ketemuan makan malam saja, tanpa embel-embel traktiran. Karena buat saya pribadi berhubung ada moment, kenapa ga sekalian ketemuan aja, udah lama ga ketemu. Lebih dari 6 bulan kalau saya tidak salah hitung dari terakhir saya ketemu temen saya ini. Ah, padahal sama-sama di Bandung & sama-sama tukang jalan, tapi kesibukan masing-masinglah yang bikin jarang ketemu.

Apa hubungannya sama 2 kalimat diatas? Rencana ketemuan sederhana tadi tiba-tiba kepikiran semalam & sudah saya sampaikan ke sahabat saya yang 1 lagi. Entah kenapa, tadi Subuh (setelah baca 2 kalimat tadi) mendadak malas & feeling saya seakan menyuruh saya untuk berfikir ulang tentang rencana saya & semesta pun mendukung, hujan gerimis turun sedari tengah malam tadi & matahari pun sedang diskon besar-besaran. Saya pun akhirnya Bbm teman saya yang berulang tahun & mencoba siapa tahu hari ini bisa ketemuan, ternyata oh ternyata teman saya itu sudah pindah kantor, pindah kosan ke Jakarta & sudah semenjak 2 minggu yang lalu. Ya, 2 minggu yang lalu resmi sudah tidak lagi jadi warga Bandung. Ternyata sahabat saya yg 1 itu pun tidak tahu kalau sahabat kita yang 1 ini sudah resmi pindah ke Jakarta.

Ah, rasanya semakin banyak saja teman dekat saya yang pindah ke Jakarta. Dulu, 2 orang teman baik saya yang pindah ke Jakarta, hanya saja yang 1 hanya pindah kerja, rumah dan orang tuanya tetap di Bandung, teman-teman dia dari komunitas lainnya pun kebanyakan masih di Bandung, jadi memang masih ada kesempatan cukup besar buat ketemu sama dia. Yang 2 lagi, soulmate saya kalau motoran, yang 1, sehabis bulan puasa tahun 2012 lalu, dia bilang kalau awal tahun 2013 kemungkinan semua kluarganya pindah ke Tangerang. Yang 1 lagi lebih parah, karena semenjak 2011 kalau tidak salah sudah resmi jadi teknisi di kapal & full melaut. Ah, benar-benar sukses bikin suasana hati ga karuan, bahkan untuk main pun malas. Hampir dari 2010 maen bareng, kemana-mana bareng, kumpul-kumpul sekedar makan hampir gampang kita lakukan meskipun mendadak. Sekarang, dia dapat kerja yang tidak terlalu jauh dari Bandung, bahkan kosannya pun masih di Bandung, dekat kampus kami dulu, jadi sedari tahun 2013 sampai sekarang masih cukup mudah untuk ketemuan, kumpul, bahkan pergi bareng.

Good Luck for everything in Jakarta my best best friend

Sebenarnya masih bisa kami ketemuan untuk trip bareng atau hanya sekedar ketemuan kalau salah satu mampir ke kota yang lainnya, tapi tetap saja, hampir 3 tahun semuanya sepertinya mudah meskipun sibuk karena sama-sama di Bandung, sekarang kayanya jadi makin sulit.

Dan entah kenapa, meskipun masih bisa dibilang baru kenal dengan mereka, dibanding dengan sahabat saya dan teman saya yang lainnya, tapi rasanya sudah kenal lama & bisa sukses bikin mood saya ga karuan. Padahal cukup banyak juga sahabat-sahabat saya sedari SMA yang semenjak lulus kuliah (rata-rata di tahun 2011) pindah kerja ke luar Bandung.

Ah, Jakarta, seolah-olah jadi patokan akhir dari sebuah jenjang karir & entah kenapa saya sama sekali tidak tertarik untuk bekerja ataupun tinggal di Jabodetabek & saya selalu berdoa untuk itu. Mungkin ini waktunya saya “pulang”, kembali ke keadaan seperti awal saya belum kenal dengan teman-teman baru dari banyak daerah di Bandung -saat seperti saya masih dalam jenjang sekolah, dimana hampir 98% teman saya semuanya rumahnya di Bandung atau di Kabupaten Bandung- dengan keadaan yang sedikit -atau- banyak berbeda dari waktu saya sekolah dulu. Mungkin jga nanti giliran saya yang harus pergi & ninggalin Bandung atau malah menetap selamanya di Bandung, ah entahlah cuma Tuhan yang tahu,

Tapi dari semuanya, saya belajar 1 hal, hargai orang-orang di sekitar yang saat ini ada didekatmu, meskipun dengan ukuran skala “sangat dekat”, “dekat”, “biasa saja”, “hanya kenal”, “hanya tahu” dll karena kalau keadaannya berubah, rasanya tetap sama, merasa kehilangan & jauh. Dan sekali lagi, “HAPPY B’DAY ANDI, WISH U ALL D’BEST ^__^”

Diketik dengan suasana hati yang sedikit sedih sekaligus senang  *ngikutin Godi

*Ah, dan lagi-lagi kenapa orang itu yang secara tidak sengaja ikut ber-kontribusi dalam situasi kali ini?

When we first met

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: