RSS

Monthly Archives: December 2018

JAKARTA 4 HARI

JAKARTA 4 HARI

Terimakasih Jakarta untuk empat harinya yang luar biasa.

Jakarta, kota megapolitan yang sangat tidak asing untuk saya. Satu persatu dari mulai anggota keluarga, bahkan temen se-geng di masa-masa SMA dulu pun banyak yang berdomisili di Jabodetabek sekarang.

Sementara saya, masih tetap betah di Bandung. Entah kenapa, saya merasa kurang cocok dengan Jabodetabek dan segala pola hidupnya sehari-hari. Bahkan sekarang, malah semakin malas kalau harus mengunjungi megapolitan tersebut. Bahkan untuk urusan pekerjaan.

Alih-alih Jakarta, saya malah lebih jatuh hati dengan beberapa kota kecil di Timur. Mulai dari Magelang, Boyolali, Tawangmangu, Dieng, Wonosobo, Blitar, Kediri, Malang, Bondowoso, dan Waingapu.


Empat hari di Jakarta.


Diawali dengan kedatangan pada Kamis tepat pukul 18.00 WIB alias jam pulang kantor seantero Jabodetabek. Jarak tempuh yang lumayan jauh untuk ukuran kota macet seperti Jakarta sudah bisa saya maklumi. Namun, kali ini ternyata masih harus ditambah dengan hujan super deras dan beberapa titik pekerjaan pembangunan infrastruktur.

Dua jam lamanya duduk dalam mobil sambil sesekali mendengar pengalaman seru driver Grab. Dua jam untuk 13 Km dengan kondisi jalan sangat baik. Ah, seandainya dua jam ini adalah waktu saya motoran, mungkin sudah sampai Salawu atau Naringgul.

Hari kedua hingga hari terakhir, Jakarta memberikan cuaca cerah, gerah, terik, berawan, hingga hujan yang hanya numpang lewat.

Untungnya, jalur dari tempat saya tinggal sementara sampai lokasi utama saya di Jakarta, bukan jalur yang macetnya sampai bikin sakit kepala.


Sengaja, lokasi tinggal sementara saya cari yang tidak terlalu jauh dari lokasi tujuan utama. Kali ini berhasil. Empat hari melewati rute pergi yang sama, begitupun rute pulang. Tetapi, rute pergi berbeda dengan rute pulang. Sedikit-sedikit otak mulai merekam nama daerah dan jalan yang saya lalui. Apa saja landmarknya dan bagaimana karakteristik lalu lintas hariannya.

Saya termasuk orang yang senang menghafal rute, landmark, jalur-jalur alternatif. Baik secara langsung di jalan ataupun sekedar via Google Maps. Terlebih, jika jalur itu berada di Selatan. Tapi tidak untuk Jabodetabek.

Tidak tahu dan tidak mau tahu. Kira-kira begitulah pesan dari otak saya mengenai jalur dan rute di Jabodetabek.

Meskipun dari kecil sudah sangat sangat sering bolak-balik ke Jabodetabek, baik menggunakan kendaraan pribadi ataupun umum, tapi rasanya tidak ada mood untuk menghafal sekedar daerah apa ada dimana.


Fatal? Tentu saja. Bagaimana jika suatu hari nanti harus menjejal jalanan Jabodetabek seorang diri? Terlalu mengandalkan ojek online pun tidak bagus kan?

Tetapi, bagaimanapun, saya ucapkan terimakasih untuk Jakarta atas semua kenangan dari semasa kecil sampai empat hari kebelakang.

Sekarang, saatnya pamit dan kembali ke kota yang saya sukai, Bandung.

 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2018 in Sehari-hari