RSS

Monthly Archives: February 2018

SITU SANTOSA DAN SITU KINCEUH

SITU SANTOSA

Secara administratif, Situ Santosa berada di Desa Santosa, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°15’04.2″S 107°38’24.1″E. Situ Santosa juga memiliki nama lain, yaitu Situ Ciliwung/Cianiwung, namun yang lebih umum digunakan adalah Situ Santosa. Penamaan Santosa untuk danau ini diambil dari nama lokasi tempat danau ini berada, yaitu Desa Santosa.

Situ Santosa merupakan danau alami yang memiliki mata air, meskipun demikian, pada musim kemarau volume airnya akan menyusut cukup banyak. Keseluruhan luas Situ Santosa kurang lebih 1,5 Ha. Meskipun cukup luas, tetapi area genangan Situ Santosa terbagi secara alami ke dalam tiga bagian utama. Batas antar bagian Situ Santosa merupakan tanah dan rumput yang tumbuh liar dan alami.

Area utama Situ Santosa merupakan area genangan yang cukup luas dan dibatasi oleh bukit kecil tepat di hadapan Situ Santosa (bila pengunjung menghadap ke Situ Santosa). Area genangan kedua terluas merupakan area yang lebih banyak digunakan sebagai lokasi memancing oleh warga. Area ini hampir sebagian besarnya tertutup rumput, bahkan tidak jarang dikira mengering. Area ini berbatasan langsung dengan bukit-bukit yang ditumbuhi tanaman teh. Area ketiga merupakan area genangan yang cukup memanjang dengan kondisi air yang jauh lebih tenang dibandingkan area genangan pertama. Area ini berbatasan langsung dengan permukiman penduduk dan jalan raya utama Desa Santosa.

Lokasi Situ Santosa berada tepat di pinggir jalan raya utama Desa Santosa yang juga merupakan jalan lintas dari Ciparay menuju Pangalengan melalui Kertasari. Di jalur ini banyak terdapat area perkebunan teh dan pabrik teh dengan kepemilikan yang berbeda, sehingga ada banyak penamaan lokasi perkebunan teh sepanjang jalur utama ini. Berikut uraian jalur menuju Situ Santosa dari Bandung.

 

Bandung – Kertasari – Situ Santosa

Arahkan kendaraan menuju Sapan kemudian ikuti jalan raya utama hingga tiba di Solokanjeruk. Ujung jalan ini akan bertemu dengan jalan raya utama Rancaekek – Majalaya. Tepat di ujung jalan raya Sapan – Majalaya merupakan percabangan. Ambil arah kiri pada percabangan ini menuju Majalaya. Ikuti jalan raya utama menuju arah Ciparay. Kondisi jalan sedikit sempit dan banyak berlubang. Pada pagi hari hingga siang hari, kondisi jalan sangat ramai, terlebih sepanjang jalan merupakan area pabrik dan pergudangan.

Patokan pertama yaitu Alun-Alun Ciparay yang berada pada koordinat -7.035655, 107.713247. Ambil arah kiri pada persimpangan ini menuju Kecamatan Pacet. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di patokan kedua, yaitu Pasar Pacet. Tidak jauh setelah Pasar Pacet, jalan akan berujung pada percabangan. Ambil arah kiri pada percabangan ini menuju Desa Resmitinggal.

Kondisi jalan sedari Alun-alun Ciparay akan terus menanjak dengan kondisi yang cukup baik. Ikuti terus jalan utama. Jalur akan memasuki area ladang bawang, wortel, dan kentang ketika memasuki Kecamatan Kertasari. Bila hujan, sepanjang jalan dari Kertasari hingga Pacet akan berubah menjadi jalur air. Hal ini disebabkan karena tidak adanya gorong-gorong dan saluran drainase yang ada pun kondisinya tidak layak.

Sepanjang jalur dari Pacet hingga Desa Cibeureum di Kecamatan Kertasari akan ramai oleh akivitas bongkar muat sayuran dari petani sayur yang menggunakan sepeda motor kemudian dimuat ke dalam truk sayur berukuran besar. Tidak jarang arus lalu lintas sedikit terhambat ketika waktu bongkar muat.

Patokan ketiga yaitu Pasar Cibeureum di Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari. Ujung jalan akan bercabang di pasar, perabangan ini berada pada koordinat -7.196635, 107.670527. Ambil arah kanan pada koordinat ini. Ikuti jalan utama hingga melewati gerbang masuk Objek Wisata Situ Cisanti. Terus ikuti jalan raya utama hingga memasuki area Perkebunan Talunsantosa. Kondisi jalan akan sangat baik hingga keluar dari Perkebunan Talunsantosa di perbatasan Desa Tarumajaya dengan Desa Santosa.

Selepas area Perkebunan Talunsantosa, jalur akan memasuki area Perkebunan Purbasari. Kondisi jalan pada jalur ini akan banyak berlubang dengan medan yang menurun. Jalur masuk menuju Situ Santosa ada dua, pertama yaitu yang berada pada koordinat -7.252443, 107.641938 dan yang satu lagi yang berada tepat di seberang Masjid Al-Hidayah pada koordinat -7.252359, 107.639149. Untuk masuk ke dalam area Situ Santosa, pengunjung dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 3.000,00 untuk motor.

Total pembacaan jarak dan waktu tempuh sesuai peta adalah 59,2 Km dalam waktu kurang lebih 2 jam 22 menit.

Bandung – Pangalengan – Situ Santosa

Jalur kedua yaitu melalui jalur Pangalengan. Arahkan kendaraan dari Bandung menuju Pangalengan. Ikuti jalur utama menuju Pangalengan. Setiba di Bundaran Pasar Pangalengan, ambil arah kiri menuju perkebunan Malabar. Tepat di gapura, ambil arah kiri menuju Perkebunan Malabar dan pemandian air panas Cibolang. Ikuti jalan utama hingga di persimpangan menuju arah pemandian air panas Cibolang. Terus ikuti jalan raya utama di persimpangan ini.

Patokan berikutnya yaitu Desa Santosa. Jika datang dari arah Pangalengan, posisi Situ Santosa akan berada di kiri jalan. Jalur masuk yang pertama terlewati adalah yang berada di seberang Masjid Al-Hidayah yang terletak pada koordinat -7.252359, 107.639149. Total pembacaan jarak dan waktu tempuh sesuai peta adalah 58,7 Km dalam waktu kurang lebih 2 jam 35 menit.

SITU KINCEUH

Secara administratif, Situ Kinceuh berada di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°11’41.1″S 107°36’52.4″E. Situ Kinceuh merupakan danau alami dengan luas kurang lebih 0,53 Ha. Nama Kinceuh pada penamaan danau ini merujuk pada nama seorang warga Belanda yang meninggal di danau ini pada masa pendudukan Belanda di Indonesia. Ada pula yang menyebutkan Kinceuh merupakan nama anak seorang mandor perkebunan yang meninggal.

Lokasi Situ Kinceuh berada tepat di area jalur panas bumi yang berasal dari Gunung Wayang dan berada pada area Geothermal Wayang Windu milik PT. Star Energy. Meskipun berada dalam area milik perusahaan swasta dan berada di lokasi panas bumi, Situ Kinceuh dapat dikunjungi bebas oleh siapapun. Situ Kinceuh lebih banyak dimanfaatkan sebagai lokasi memancing warga.

Berdasarkan informasi salah satu mandor perkebunan Kertamanah, konon, bagian hulu Situ Kinceuh pernah dijadikan sampel penilitian kualitas air baku. Hasilnya hampir menyerupai mutu air baku mata air yang digunakan oleh salah satu produsen air minum kemasan besar. Bagian hulu Situ Kinceuh bukanlah area yang banyak dimanfaatkan sebagai area memancing.

Situ Kinceuh yang merupakan danau alami tidak akan menyusut volume airnya ketika musim kemarau. Justru pada musim kemarau, seluruh area genangan Situ Kinceuh bersih dari tanaman air seperti Eceng Gondok. Pada musim hujan, hampir seluruh permukaan Situ Kinceuh tertutup oleh Eceng Gondok.

Posisi Situ Kinceuh berada tepat di pinggir jalan raya utama. Bahkan, tanpa harus treking dan masuk ke area danau pun, pengunjung sudah dapat melihat dengan jelas keseluruhan Situ Kinceuh. Posisi Situ Kinceuh juga berada lebih rendah dari permukaan jalan raya. Bila ingin mendekati Situ Kinceuh, tinggal ambil jalan setapak yang menurun mendekati area danau. Jalan berupa tanah merah dan sangat sempit. Secara keseluruhan, terdapat dua rute utama menuju Situ Kinceuh.

Bandung – Kertasari – Situ Kinceuh

Arahkan kendaraan dari Bandung menuju Ciparay melalui Sapan, Majalaya, kemudian Ciparay. Patokan pertama di Ciparay adalah Alun-Alun Ciparay. Belok kiri di Alun-alun Ciparay menuju Kecamatan Pacet. Patokan kedua yaitu Pasar Kecamatan Pacet. Setelah Pasa Pacet, jalan akan bercabang, ambil arah kiri pada percabangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba di patokan berikutnya yaitu Pasar Cibeureum.

Tepat di Pasar Cibeureum, akan ditemui persimpangan pada koordinat -7.196635, 107.670527. Ambil arah kanan pada koordinat ini. Ikuti jalan utama hingga melewati gerbang masuk Objek Wisata Situ Cisanti. Terus ikuti jalan raya utama hingga memasuki area Perkebunan Talunsantosa. Ikuti jalan utama hingga tiba di patokan berikutnya, yaitu persimpangan arah menuju pemandian air panas Cibolang. Ikuti jalan utama hingga tiba di Situ Cicoledas.

 

Tepat setelah Situ Cicoledas akan ditemui persimpangan pada koordinat -7.221768, 107.601976. Ambil arah kanan pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga bertemu percabangan pertama, ambil kiri pada percabangan ini. Tepat setelah percabangan pertama akan ditemui kolam milik PT. Star Energy pada koordinat -7.213615, 107.613210. Ambil arah kiri pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba pada persimpangan berikutnya pada koordinat -7.206072, 107.614914. Ambil kiri pada persimpangan ini.

Ikuti jalan utama hingga tiba pada persimpangan di koordinat -7.197554, 107.615507. Ambil arah kiri pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba di Situ Kinceuh pada koordinat -7.195685, 107.615782. Bila ingin masuk ke areal Situ Kinceuh, ambil jalan kecil tepat di samping jalan utama. Total pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 80,3 Km dalam waktu kurang lebih 3 jam 27 menit.

Bandung – Pangalengan – Situ Kinceuh

Arahkan kendaraan menuju Pangalengan. Sebelum tiba di bundaran Pasar Pangalengan, arahkan kendaraan menuju perkebunan Kertamanah. Persimpangan menuju Perkebunan Kertamanah berada pada koordinat -7.167110, 107.572949. Ambil kiri pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba di penangkaran rusa dan pabrik teh perkebunan Kertamanah. Lewati Penangkaran Rusa Kertamanah hingga tiba di persimpangan tepat di depan SD Kertamanah pada koordinat -7.192485, 107.615436. Ambil arah kiri di persimpangan ini.

Ikuti jalan utama hingga tiba di persimpangan berikutnya pada koordinat -7.192424, 107.616530. Ambil arah kanan pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba di Situ Kinceuh pada koordinat -7.195685, 107.615782. Bila ingin masuk ke areal Situ Kinceuh, ambil jalan kecil tepat di samping jalan utama. Total pembacaan jarak dan waktu tempuh pada peta adalah 49,5 Km dalam waktu kurang lebih 2 jam 12 menit.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Situ Kinceuh adalah pada musim kemarau. Hal ini dikarenakan pada musim hujan hampir seluruh permukaan Situ Kinceuh akan tertutup Eceng Gondok. Tidak ada tiket masuk dan fasilitas apapun di Situ Kinceuh.

 

 
Leave a comment

Posted by on February 21, 2018 in DANAU, Travelling