RSS

SAFE AND SOUND

23 May
SAFE AND SOUND

Sabtu, 23 Mei 2015 tepat seminggu saya ada di sini, di negeri asing dengan segala sesuatunya yg serba asing. Ga kerasa udah hampir waktunya pulang ke tanah air. Banyak hal yg saya dapetin di sini. Meskipun bukan kegiatan traveling seperti biasanya, tapi banyak hal yg terasa tidak asing seperti ketika traveling dengan teman-teman dekat.

Adaptasi
Ga gampang memang untuk adaptasi dengan lingkungan baru, bahkan ketika traveling. Kali ini, saya tantang diri sendiri harus bisa adaptasi dengan lingkungan, kultur, kehidupan sehari-hari dan hal-hal lainnya, bahkan dengan jam tidur dan sikap. Hanya dalam waktu 24 jam, rasa ingin pulang, sedih, kangen, kesal, canggung, kaget dll kayanya udah mau meledak. Ingin rasanya membatalkan waktu 8 hari menjadi 3 hari saja. Untungnya, tantangan kepada diri sendiri masih berlaku dan saya menolak untuk kalah cepat.

Di hari ke-2 dan seterusnya proses adaptasi saya sedikit membaik,  meskipun memang rasa homesick sesekali muncul. Peranan orang-orang lain, dalam hal ini keluarga sangat penting. Biarpun hanya diajak keluar sesekali menjelang tengah malam dan hanya ke sekitaran pusat kota, ternyata cukup ampuh untuk menjadi pengalih rasa homesick. Bukan tanpa alasan keluar menjelang tengah malam dan hanya sesekali jalan, mengingat tujuan utama kedatangan saya ke sini bukan untuk traveling tapi silaturahmi, jadi ajakan sepupu-sepupu dari calon saya ini bisa dibilang bonus yang cukup lumayan. Tidak hanya ajakan jalan saja, tapi menginap di beberapa rumah saudara yg lain pun sudah bonus meskipun sama saja tidak banyak yg bs kami lakukan karena pada sibuk kerja.

Dari segi interaksi, ini pun hal yang cukup sulit untuk saya di hari-hari pertama. Bahasa dan logat yang sedikit sulit dimengerti, mata uang yang berbeda sampai kegiatan sehari-hari dan suasana lingkungan tempat tinggal selama di sini yg sangat berbeda pun jadi tantangan bagi diri saya sendiri. Kembali lagi, selain peranan orang-orang di sekitar kita, pengalaman selama traveling pun di sini pun sangat membantu. Bagaimana cara bersikap dan menyikapi pola kegiatan di lingkungan yg baru agar kita bisa diterima dan berbaur pun digunakan selama di sini. Setidaknya hanya dengan diam dan memperhatikan saja, kita sudah dapat masukan tentang bagaimana sebaiknya kita bersikap. Mulai dari kebiasaan bangun jam berapa, apa yg biasanya dilakukan pagi-pagi, apa saja biasanya jenis makanan yang dimakan, acara hiburan seperti apa yg biasa dinikmati di sini, dan berbagai hal kecil lainnya yang bisa jadi informasi.

Kebetulan, hampir semua lingkungan yang saya singgahi selama di sini merupakan lingkungan perniagaan. Kebiasaannya dimulai dari berbelanja tengah malam hingga menjelang subuh di pasar induk, tidak lepas dari ikan karena di sini dekat dengan laut, pagi hingga siang merupakan waktu tersibuk untuk urusan berdagang, siang hingga menjelang Magrib biasanya bergantian untuk tidur dan istirahat. Jam tidur pun cukup malam, ketika sebagian berbelanja ke pasar induk tengah malam, yang lainnya beristirahat. Kegiatan pagi di sini baru mulai kondusif sekitar pukul 07.00-07.30 pagi, tdak sepagi dan sesibuk di Bandung,  pukul 06.00 pun sudah ramai dengan hiruk pikuk kendaraan. Karena di lingkungan perniagaan,  jadi ramai di sini ramai dan kondusif oleh orang-orang yang berjualan dan pembeli, bukan kemacetan dan lalu-lalang pekerja kantoran serta anak sekolah.

Bila biasanya libur kantoran adalah Sabtu-Minggu, maka di sini kebanyakan Jumat-Sabtu. Ada juga yang libur hanya Minggu saja. Bila di Bandung Sabtu malam ramai dengan kemacetan dan acara-acara hiburan, maka di sini hal tersebut dapat kita temui Jumat malam. Suasana lingkungan tempat tinggal pun berbeda drastis. Biasanya sehari-hari sepi karena sebagian besar pergi bekerja dari pagi sekali sampai menjelang malam, tapi di sini, sepanjang hari dari pagi sampai malam ramai terus. Tempat tinggal yang hampir kebanyakan rumah kerabat atau kebetulan satu kampung di Indonesia membuat suasana di sini terasa seperti di bagian lain di Indonesia. Kebanyakan merupakan penduduk dari Pulau Bawean yg biasa disebut Boyan, ada juga Madura, Aceh, dan sedikit dari Jawa Timur lainnya. Dari karakteristik penduduk seperti ini,  telinga pun harus bisa beradaptasi dengan bahasa Melayu, Boyan, Madura dengan logat yang tak kalah asingnya, logat Melayu campur Madura sedikit-sedikit. Cara berbicara dan berkomunikasinya pun pasti berbeda. Tidak seperti kebanyakan penduduk Solo, Yogyakarta, dan Sunda yang kalau bicara sedikit pelan dan intonasinya yang lembut, di sini,  seperti khasnya Jawa Timur, keras, intonasi yang cepat dan tegas akan menjadi hal yang sangat biasa didengar di sini. Suhu udara pun tidak luput. Biasanya sejuk, di sini harus tahan dengan terik matahari dan udara yang bikin gerah meskipun malam hari.

Mati Gaya
Sudah berusaha adaptasi pun bukan berarti semuanya berjalan lancar. Terkadang ada juga moment-moment mati gaya dan canggung. Ketika seisi rumah tertidur lelap tapi kita sendiri masih belum bisa tidur, saat itulah hp dan sinyal wi fi jadi hal yang sangat membantu. Homesick pun bisa disiasati dengan melihat timeline teman-teman di sosial media, chatting sekedar bertanya kabar atau malah curhat habis-habisan bisa membantu biar ga mati gaya. Saya yang bukan tukang maen game di hp kayanya sedikit tertolong jg sama beberapa game yang ada di hp. Ketika ga dapet sinyal wi fi, kena moment canggung, atau mati gaya, maen game di hp bisa jadi penyelamat. Satu hal yang saya rasakan paling ampuh ketika di moment mati gaya ataupun moment canggung adalah menulis. Ya, beberapa tulisan yang kepending ditulis sebelum pergi, bisa jadi alternatif biar ga kesel dan geje sendiri. Ketika mati gaya dan ada di moment canggung, manfaatkan jg sinyal wi fi untuk membaca berbagai link atau blog yg menarik. Baca berita pun ga ada ruginya. Mati gaya dan canggung bisa diantisipasi, informasi baru pun bs kita dapet. Seengganya ketika udah keluar dari moment canggung dan mati gaya, kita punya banyak informasi baru dari hasil baca dan siapa tahu bs jadi topik obrolan baru. Nah, klo udh mentok mau nulis lgi ga beride, main game bosen, ga dapet sinyal wi fi jd ga bs baca, maka satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah dengerin ipod sambil berusaha tidur. Kadang, ada hal-hal yang suka tiba-tiba terlintas atau bahan renungan spontan yang bisa dijadiin bahan tulisan.

Seperti sekarang ini, ketika semua asik nonton bola dan nonton tv, sementara saya ga suka bola dan canggung jg ikutan nonton tv, tidur pun belum ngantuk, sempet mati gaya dan pas lg dengerin ipod tiba-tiba spontan aja ada ide untuk ngetik ini. Btw,  kenapa judul tulisan ini ‘Safe and Sound”? Soalnya lagu ini yg didenger berkali-kali selama ngetik ini.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on May 23, 2015 in Apa aja boyeeehh, Sehari-hari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: