RSS

TALAGA TESPONG

Talaga Tespong secara administratif berada di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Namun, jika melihat batasan administratif pada maps digital, letak Talaga Tespong berada dalam wilayah administratif Desa Padaherang, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka. Talaga Tespong berada pada koordinat 6°48’06.0″S 108°24’20.9″E. Talaga Tespong memiliki luas genangan kurang lebih 0,78 Ha.

Talaga Tespong merupakan danau alami yang masih sangat jarang dikunjungi oleh wisatawan. Baik dari daerah Kuningan maupun Majalengka. Kebanyakan pengunjung Talaga Tespong adalah warga setempat, sisanya pengunjung dari daerah lain di Kabupaten Kuningan.

Talaga Tespong masih belum merupakan objek wisata. Talaga Tespong memiliki fungsi utama sebagai sumber air baku pertanian dan pelestarian ikan. Talaga Tespong juga memiliki ikan yang cukup banyak. Pada musim kemarau, air di Talaga Tespong dapat surut total. Sebelum air surut total, biasanya warga sekitar menangkap ikan-ikan yang ada di sekitaran talaga.

Area di sekeliling Talaga Tespong merupakan perkebunan warga. Area bagian Barat Talaga Tespong merupakan area perkebunan yang cukup subur dan rindang. Area kebun di sisi Timur merupakan areal kaki Gunung Ceremai yang cukup tandus. Banyak terdapat bongkahan batuan hasil erupsi Gunung Ceremai di area sisi Timur Talaga Tespong.

Talaga Tespong terletak kurang lebih 26 Km dari Alun-alun Kota Cirebon, 33 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 112 Km dari Kota Bandung. Untuk menuju Talaga Tespong terdapat tiga rute utama dari Kota Bandung.

BANDUNG – TOL CIPULARANG – TOL CIPALI – TALAGA TESPONG

Untuk mengambil rute ini, perjalanan dimulai dari GT kota Bandung. Arahkan kendaraan menuju Tol Cipularang. Setiba di Cikampek, arahan kendaraan menuju Tol Cipali. Ikuti Tol Cipali dan keluar di GT Sumberjaya. Setelah keluar dari GT Sumberjaya, arahkan kendaraan kembali ke arah Barat menuju Desa Palasah. Patokannya adalah pertigaan Alfamart Palasah pada koordinat -6.721227, 108.297617. Ambil kiri pada pertigaan ini menuju Jalan Palasah.

Ikuti jalan hingga tiba di pertigaan Buniwangi – Palasah pada koordinat -6.731482, 108.311264. Ambil arah kanan pada pertigaan ini menuju Jalan Buniwangi. Ikuti jalan hingga melewati Alfamart Buniwangi. Ikuti jalan utama hingga tiba di persimpangan Tugu Leuwimunding pada koordinat -6.737566, 108.346323. Ambil arah kanan pada pertigaan ini.

Ikuti jalan utama  melewati Alun-Alun Leuwimunding hingga tiba di persimpangan Terminal Rajagaluh. Pada persimpangan Terminal Rajagaluh ambil arah kiri menuju Jalan Raya Rajagaluh. Ikuti jalan utama hingga melewati tugu perbatasan Kabupaten Majalengka – Kabupaten Cirebon.

Patokan berikutnya setelah gapura perbatasan yaitu persimpangan Polsek Dukupuntang yang berada pada koordinat -6.775152, 108.409515. Ambil arah kanan di persimpangan ini menuju Jalan Cisaat – Kramat (Jalan Buyut Ngabei). Ikuti jalan utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -6.778338, 108.428223. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Padamatang – Cisaat. Patokannya adalah Kantor Desa Mandala setelah belok ke arah kanan.

Ikuti jalan utama hingga bertemu gapura perbatasan Kabupaten Cirebon – Kabupaten Kuningan. Ikuti terus jalan utama hingga tiba di persimpangan Polsek Pasawahan yang berada di koordinat -6.797615, 108.429132. Ambil arah lurus pada persimpangan ini.

Ikuti jalan utama hingga melewati Masjid Nurul Huda yang berada tepat di persimpangan. Persimpangan Masjid Nurul Huda ini berada pada koordinat -6.804387, 108.427160. Ambil arah kanan pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga bertemu objek wisata Bujangga Manik Batu luhur.

Lewati objek wisata tersebut dan ikuti terus jalur utama hingga bertemu persimpangan pada koordinat -6.805528, 108.401880. Ambil arah kanan pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga tiba di peresimpangan di samping Balai Desa Padabeunghar. Persimpangan ini berada pada koordinat -6.802869, 108.401931. Ambil arah kanan pada persimpangan ini. Ikuti terus jalan hingga bertemu rumah warga terakhir.

Parkirkan kendaraan (mintalah izin terlebih dahulu pada warga) lalu perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Jalur trekking petama-tama akan melewati pematang sawah kemudian berbelok ke jalan setapak masuk ke area kebun.

Setelah masuk ke area kebun, jalan setapak akan mulai menurun. Jalan setapak dari tanah cukup sempit, pastikan pijakan tetap pada jalur yang aman. Mendekati area danau, jalan akan semakin turun hingga tiba di dasar bukit. Posisi Talaga Tespong berada di dasar bukit dan dikelilingi perbukitan dengan area kebun warga.

Total waktu tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 3 jam 30 menit dengan total jarak 219 Km. Jarak tempuh ini menjadi lebih jauh karena harus masuk tol Cipularang terlebih dahulu, tetapi waktu tempuhnya menjadi lebih singkat karena hambatan selama perjalanan tidak sebanyak jika melewati jalan non-tol.

KOTA BANDUNG – SUBANG – TOL CIPALI – TALAGA TESPONG

Untuk mengambil rute ini, arahkan kendaraan dari Kota Bandung menuju Subang melalui Lembang. Setiba di Subang, arahkan kendaraan menuju GT Subang. Ikuti Tol Cipali dan keluar di GT Sumberjaya.

Rute berikutnya sama seperti rute yang melalui Tol Cipularang – Tol Cipali. Total jarak tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 161 Km dengan estimasi waktu tempuh 4 jam 6 menit. Rute ini mungkin akan mendapati hambatan kemacetan sepanjang Bandung – Gerbang objek wisata Tangkubanparahu ketika akhir pekan dibanding rute lainnya.

KOTA BANDUNG – SUMEDANG – MAJALENGKA – TALAGA TESPONG

Untuk mengambil rute ini, arahkan kendaraan menuju Sumedang. Ikuti jalan raya utama Sumedang – Majalengka. Setiba di Jatiwangi, rute terbagi menjadi dua pilihan.

Pilihan pertama, terus mengikuti jalur Jatiwangi – Palasah. Setiba di Palasah, arahkan kendaraan menuju Leuwimunding kemudian Terminal Rajagaluh. Setiba di Palasah, rute ini sama seperti rute jika mengambil Tol Cipularang – Cipali ataupun Subang – Tol Cipali.

Pilihan kedua, setiba di Jatiwangi ambil jalur menuju Alun-Alun Majalengka. Jika mengambil rute melewati Alun-Alun Majalengka, terus saja ikuti jalan raya utama hingga tiba di Bundaran Cigasong. Bundaran Cigasong berada pada koordinat -6.835801, 108.250547.

Di Bundaran Cigasong, arahkan kendaraan menuju Cirebon melalui Sukahaji – Rajagaluh. Patokan berikutnya adalah Terminal Rajagaluh. Setiba di Terminal Rajagaluh, ambi jalan menuju arah Dukupuntang, Cirebon. Rute berikutnya sama dengan rute jika melewati tol Cipali.

Rute ini tidak melewati tol, jadi bila berkendara menggunakan sepeda motor, bisa mengambil rute ini. Total jarak tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 124 Km dengan estimasi waktu tempuh 3 jam 52 menit.

Pamor Talaga Tespong mungkin kalah jauh dibandingkan Talaga Remis ataupun Talaga Cicerem yang sudah memiliki akses mudah seta fasilitas lengkap. Namun, Talaga Tespong dapat dijadikan alternatif lokasi wisata anti mainstream, karena masih sangat alami dan sangat jarang dikunjungi wisatawan. Belum ada fasilitas pelengkap wisata di Talaga Tespong. Bahkan penunjuk arah menuju Talaga Tespong pun belum ada.

Ada baiknya untuk banyak bertanya pada warga setiba di Desa Padabeunghar. Bisa juga meminta bantuan warga untuk menunjukan dan mengantar trekking hingga tiba di Talaga Tespong. Informasi mengenai Talaga Tespong pun saat ini masih tidak ada, kecuali ulasan dari pengunjung, itupun tidak seberapa banyak.

Ada baiknya juga bila berkunjung ke Talaga Tespong selain untuk ber-refreshing, juga smepatkan untuk mengobrol dengan warga sekitar dan bertanya mengenai informasi lainnya mengenai Talaga Tespong.

Catatan: Pada saat kunjungan ke Talaga Tespong, bertepatan dengan puncak musim kemarau, sehingga kondisi danau sudah 90% mengering.

 
Leave a comment

Posted by on September 9, 2021 in DANAU, Travelling

 

SITU SIPARIUK

UPLOAD 1

Situ Sipariuk secara administratif berada di Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 6°48’30.4″S 108°25’58.1″E. Situ Sipariuk memiliki luas genangan kurang lebih 3,42 Ha. Situ Sipariuk merupakan danau alami.

Situ Sipariuk memang belum termasuk ke dalam objek wisata andalan Kabupaten Kuningan, dan belum pula dikelola secara resmi. Situ Sipariuk berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kabupaten Kuningan. Pemanfaatan Situ Sipariuk hingga saat ini sebagai sumber air baku untuk irigasi, sebagai lokasi pelestarian ikan, dan pemancingan warga.

Situ Sipariuk memang tidak memiliki air yang jernih seperti Talaga Cicerem, namun, Situ Sipariuk juga cocok sebagai tempat untuk melepas penat. Terlebih, karena belum banyak dikenal masyarakat luas, jadi pengunjungnya sangat sedikit. Kebanyakan pengunjung ke Situ Sipariuk adalah warga sekitar yang datang untuk memancing.

UPLOAD 2

Belum ada fasilitas pendukung wisata apapun di Situ Sipariuk. Hanya terdapat satu rumah warga sekaligus warung kecil-kecilan. Warga yang akan memancing biasanya akan memarkirkan sepeda motornya di depan rumah ini. Terdapat fasilitas toilet yang kondisinya sudah rusak berat dan tidak dapat dipergunakan. Selain toilet hanya terdapat dermaga kayu kecil sederhana yang biasa digunakan oleh warga untuk memancing

Situ Sipariuk berjarak kurang lebih 23 Km dari Alun-Alun Kota Cirebon, 28 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 122 Km dari Kota Bandung. Terdapat tiga rute utama yang dapat ditempuh untuk sampai ke Situ Sipariuk dari Kota Bandung.

UPLOAD 3

BANDUNG – TOL CIPULARANG – TOL CIPALI – SITU SIPARIUK

Untuk mengambil rute ini, perjalanan dimulai dari GT kota Bandung. Arahkan kendaraan menuju Tol Cipularang. Setiba di Cikampek, arahan kendaraan menuju Tol Cipali. Ikuti Tol Cipali dan keluar di GT Sumberjaya. Setelah keluar dari GT Sumberjaya, arahkan kendaraan kembali ke arah Barat menuju Desa Palasah. Patokannya adalah pertigaan Alfamart Palasah pada koordinat -6.721227, 108.297617. Ambil kiri pada pertigaan ini menuju Jalan Palasah.

Ikuti jalan hingga tiba di pertigaan Buniwangi – Palasah pada koordinat -6.731482, 108.311264. Ambil arah kanan pada pertigaan ini menuju Jalan Buniwangi. Ikuti jalan hingga melewati Alfamart Buniwangi. Ikuti jalan utama hingga tiba di persimpangan Tugu Leuwimunding pada koordinat -6.737566, 108.346323. Ambil arah kanan pada pertigaan ini.

Ikuti jalan utama  melewati Alun-Alun Leuwimunding hingga tiba di persimpangan Terminal Rajagaluh. Pada persimpangan Terminal Rajagaluh ambil arah kiri menuju Jalan Raya Rajagaluh. Ikuti jalan utama hingga melewati tugu perbatasan Kabupaten Majalengka – Kabupaten Cirebon.

UPLOAD 4

Patokan berikutnya setelah gapura perbatasan yaitu persimpangan Polsek Dukupuntang yang berada pada koordinat -6.775152, 108.409515. Ambil arah kanan di persimpangan ini menuju Jalan Cisaat – Kramat (Jalan Buyut Ngabei). Ikuti jalan utama hingga tiba di persimpangan pada koordinat -6.778338, 108.428223. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Padamatang – Cisaat. Patokannya adalah Kantor Desa Mandala setelah belok ke arah kanan.

Ikuti jalan utama hingga bertemu gapura perbatasan Kabupaten Cirebon – Kabupaten Kuningan. Ikuti terus jalan utama hingga tiba di persimpangan Polsek Pasawahan yang berada di koordinat -6.797615, 108.429132. Ambil arah lurus pada persimpangan ini.

Ikuti jalan utama hingga melewati Masjid Nurul Huda yang berada tepat di persimpangan. Persimpangan Masjid Nurul Huda ini berada pada koordinat -6.804387, 108.427160. Ambil arah kiri pada persimpangan ini. Ikuti jalan utama hingga bertemu gedung PGRI dan SD Pasawahan di sisi kanan jalan. Tepat di sebelah SD Pasawahan terdapat belokan kecil ke arah kanan.

Belokan ini berada pada koordinat -6.807622, 108.433796. Belok kanan di belokan kecil ini. Tidak jauh setelah belok kanan, akan terdapat jalan kecil di sisi kiri jalan mengarah ke Situ Sipariuk. Parkirkan kendaraan di sini.

Total waktu tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 3 jam 21 menit dengan total jarak 217 Km. Jarak tempuh ini menjadi lebih jauh karena harus masuk tol Cipularang terlebih dahulu, tetapi waktu tempuhnya menjadi lebih singkat karena hambatan selama perjalanan tidak sebanyak jika melewati jalan non-tol.

UPLOAD 5

KOTA BANDUNG – SUBANG – TOL CIPALI – SITU SIPARIUK

Untuk mengambil rute ini, arahkan kendaraan dari Kota Bandung menuju Subang melalui Lembang. Setiba di Subang, arahkan kendaraan menuju GT Subang. Ikuti Tol Cipali dan keluar di GT Sumberjaya.

Rute berikutnya sama seperti rute yang melalui Tol Cipularang – Tol Cipali. Total jarak tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 160 Km dengan estimasi waktu tempuh 3 jam 54 menit. Rute ini mungkin akan mendapati hambatan kemacetan sepanjang Bandung – Gerbang objek wisata Tangkubanparahu ketika akhir pekan dibanding rute lainnya.

UPLOAD 6

KOTA BANDUNG – SUMEDANG – MAJALENGKA – SITU SIPARIUK

Untuk mengambil rute ini, arahkan kendaraan menuju Sumedang. Ikuti jalan raya utama Sumedang – Majalengka. Setiba di Jatiwangi, rute terbagi menjadi dua pilihan. Pilihan pertama, terus mengikuti jalur Jatiwangi – Palasah. Setiba di Palasah, arahkan kendaraan menuju Leuwimunding kemudian Terminal Rajagaluh. Setiba di Palasah, rute ini sama seperti rute jika mengambil Tol Cipularang – Cipali ataupun Subang – Tol Cipali.

Pilihan kedua, setiba di Jatiwangi ambil jalur menuju Alun-Alun Majalengka. Jika mengambil rute melewati Alun-Alun Majalengka, terus saja ikuti jalan raya utama hingga tiba di Bundaran Cigasong. Bundaran Cigasong berada pada koordinat -6.835801, 108.250547.

Di Bundaran Cigasong, arahkan kendaraan menuju Cirebon melalui Sukahaji – Rajagaluh. Patokan berikutnya adalah Terminal Rajagaluh. Setiba di Terminal Rajagaluh, ambi jalan menuju arah Dukupuntang, Cirebon. Rute berikutnya sama dengan rute jika melewati tol Cipali.

Rute ini tidak melewati tol, jadi bila berkendara menggunakan sepeda motor, bisa mengambil rute ini. Total jarak tempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 122 Km dengan estimasi waktu tempuh 3 jam 39 menit.

UPLOAD 7

Secara keseluruhan, aksesibilitas menuju Situ Sipariuk sangat mudah. Lokasinya berada tepat di samping jalan utama desa, hanya saja posisi Situ Sipariuk berada lebih rendah dari jalan raya utama desa. Oleh karena itu, jika berhenti tepat di jalan utama desa, pandangan ke arah Situ Sipariuk akan tetutup pepohonan rindang. Selain itu juga tidak ada spot yang cukup luas untuk parkir dan menikmati pemandangan.

Area di sekeliling Situ Sipariuk didominasi oleh area perkebunan warga. Tumbuhannya pun termasuk tumbuhan kayu yang cukup tinggi. Tumbuhan-tumbuhan di area kebun inilah yang membatasi pandangan ke sekeliling Situ Sipariuk dari jalan raya utama desa.

Waktu yang tepat untuk mengunjungi Situ Sipariuk adalah pada pagi dan sore hari. Pada pagi dan sore hari, jika cuaca sedang cerah, akan terlihat Gunung Ceremai dengan jelas dari dermaga. Untuk pengambilan foto pun jauh lebih baik, karena sinar matahari tidak akan menyebabkan backlight yang berlebih.

UPLOAD 10

Meskipun air di Situ Sipariuk tidak sejernih dan sebiru Talaga Cicerem, dan tidak memiliki fasilitas layaknya objek wisata danau kebanyakan di Kabupaten Kuningan, Situ Sipariuk sangat cocok untuk dijadikan wisata alternatif bagi yang kurang menyukai keramaian di tempat wisata yang sudah dikelola. Belum ada fasilitas pelengkap wisata di Situ Sipariuk. Bahkan penunjuk arah menuju Situ Sipariuk pun belum ada.

Informasi mengenai Situ Sipariuk pun saat ini masih tidak ada, kecuali ulasan dari pengunjung, itupun tidak seberapa banyak. Ada baiknya juga bila berkunjung ke Situ Sipariuk selain untuk ber-refreshing, juga sempatkan untuk mengobrol dengan warga sekitar dan bertanya mengenai informasi lainnya mengenai Situ Sipariuk.

UPLOAD 9

UPLOAD 8

 
Leave a comment

Posted by on September 9, 2021 in Travelling

 

SITU PUTAT

Secara administratif Situ Kabuyutan berada di Desa Legok Herang, Kecamatan Cilebak, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dan berada pada koordinat 7°09’22.7″S 108°34’31.1″E. Situ Kabuyutan memiliki luas genangan kurang lebih 0,31 Ha. Ada juga yang menamai Situ Kabuyutan dengan nama Situ Cikabuyutan pada aplikasi peta digital.

Situ Kabuyutan berada di bawah kewanangan Dinas Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Pemanfaatan Situ Kabuyutan hingga saat ini masih sebatas area memancing dan sumber air bagi area sawah di sekitar danau. Area di sekeliling Situ Kabuyutan masih sangat alami, bahkan, jalan masuk menuju Situ Kabuyutan pun sedikit tertutup rumput liar yang cukup tinggi.

Bila mengadap ke arah Timur, akan terlihat puncak Gunung Subang dengan hutannya yang masih sangat lebat. Sisi Timur Situ Kabuyutan masih berupa hutan lebat dan langsung berada di kaki Gunung Subang. Berdasarkan cerita di sini. terdapat berbagai hewan liar, seperti Lutung, Surili, tupai, burung dudut, kutilang, burung pipit dan berbagai jenis serangga yang masih terdapat di hutan tersebut. Situ Kabuyutan pun memiliki berbagai jenis ikan, antara lain Ikan mujair, mas, gabus, udang rawa, remis, kijing, bahkan terdapat juga biawak meskipun jarang ditemui. Ukuran ikan di Situ Kabuyutan cukup besar.

UPLOAD 13

Sisi Barat dan Selatan Situ Kabuyutan berbatasan dengan kebun warga. Sisi Utara Situ Kabuyutan berbatasan dengan areal sawah. Lokasi Situ Kabuyutan berada lebih tinggi dibandingkan jalan desa dan Situ Putat, sehingga dalam perjalanan treking menuju Situ Kabuyutan akan terlihat pemandangan perbukitan di sisi Barat Desa Legokherang.

Jalan masuk menuju Situ Kabuyutan berada di sisi Selatan. Lokasi Situ Kabuyutan tidak terlalu jauh dari beberapa rumah warga, sehingga meskipun tidak memiliki fasilitas penunjang wisata apapun. Pengunjung dapat meminta bantuan pada warga bila membutuhkan. Pengunjung yang datang ke Situ Kabuyutan sebaiknya membawa logistik sendiri.

Situ Kabuyutan berjarak kurang lebih 85 km dari Alun-Alun Kota Cirebon, 47 Km dari Taman Kota Kuningan, dan 153 Km dari Kota Bandung. Terdapat tiga rute utama yang dapat ditempuh bila perjalanan dimulai dari Kota Bandung.

UPLOAD 12

TOL CIPULARANG – TOL CIPALI – LURAGUNG – CILEBAK

Arahkan kendaraan menuju Tol Cipularang. Setelah tiba di Cikampek, ambil arah menuju ruas Tol Cipali. Ikuti ruas Tol Cipali hingga keluar di GT Ciledug. Setelah keluar tol, ikuti jalan raya utama hingga tiba di persimpangan di samping Kantor Balai Desa Cidahu. Persimpangan ini berada pada koordinat -6.981422, 108.640581. Ambil arah kiri di persimpangan ini menuju Jalan Raya Luragung – Cidahu.

Ikuti jalan raya utama hingga tiba di Taman Lurangug. Taman berada pada koordinat -7.017747, 108.638032. Ambil lurus pada persimpangan ini menuju Kecamatan Ciwaru lalu diteruskan menuju Kecamatan Cilebak. Setelah tiba di Kecamatan Cilebak, di sebelah Barat Jalan Cilebak, tepat setelah melewati permukiman penduduk akan ditemui percabangan jalan. Percabangan jalan tersebut tepatnya berada pada koordinat -7.137639, 108.582567. Ambil arah kiri pada percabangan ini.

Jalan akan langsung menanjak dan akan langsung menuju Desa Legokherang. Jalan akan berujung pada sebuah persimpangan yang berada pada koordinat -7.144133, 108.573816. Ambil kiri pada persimpangan ini. Ikuti jalan hingga tiba di samping Situ Putat. Kendaraan bisa dititipkan di rumah warga dekat Situ Putat. Situ Putat berada pada koordinat -7.155567, 108.573763.

Perjalanan berikutnya menuju Situ Kabuyutan harus ditempuh dengan berjalan kaki. Treknya berada di belakang permukiman warga. Jalur treking berupa jalan setapak tanah yang kemudian menuju area pematang sawah. Jalur treking sudah cukup jelas dan tidak ada persimpangan. Bila masih ragu, bisa bertanya atau meminta bantuan warga untuk diantar.

Total jarak yang ditempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 300 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam 20 menit. Rute ini merupakan rute terpanjang karena harus memutar dulu di ruas jalan tol. Namun, rute ini memiliki hambatan paling sedikit, karena sebagian besar jalurnya berupa jalan tol. Setelah keluar tol pun, kondisi arus lalu-lintas sudah didominasi lalu lintas luar perkotaan.

UPLOAD 11

SUMEDANG – CIKIJING – SUBANG – CILEBAK

Arahkan kendaraan menuju jalan raya utama Sumedang – Majalengka. Setelah tiba di Majalengka, arahkan kendaraan menuju Cikijing. Tepat di Pasar Cikijing, arahkan kendaraan menuju Waduk Darma. Tepat sebelum memasuki pusat Kecamatan Darma, akan terdapat persimpangan pada koordinat -7.019311, 108.394415. Ambil arah kanan pada persimpangan ini menuju Jalan Raya Cipasung – Subang.

Ikuti jalan raya utama melewati Kecamatan Selajambe lalu masuk Kecamatan Subang. Patokannya adalah Pasar Desa Subang. Ikuti jalan utama menuju arah Timur hingga memasuki Kecamatan Cilebak. Ikuti jalan utama di Kecamatan Cilebak hingga bertemu persimpangan pada koordinat -7.137624, 108.582581. Ambil kanan pada persimpangan ini. Persimpangan ini merupakan persimpangan yang sama dengan yang sudah dijelaskan bila melewati rute Luragung.

Total jarak yang ditempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 170 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 5 jam 32 menit. Rute ini memiliki hambatan cukup banyak, terutama di ruas jalan Bandung – Sumedang – Majalengka. Arus lalu lintas akan didominasi oleh berbagai jenis kendaraan. Mulai dari sepeda motor, kendaraan pribadi, truk ukuan besar, bus ukuran besar, dan ELF. Arus lalu lintas baru akan sedikit sepi ketika sudah melewati Kecamatan Maja hingga tiba di Situ Putat.

UPLOAD 10

NAGREG – PANJALU – RANCAH – SUBANG – CILEBAK

Arahkan kendaraan menuju arah Nagreg. Ikuti jalan raya utama hingga tiba di Pasar Pamoyanan yang berada pada koordinat -7.125017, 108.145515. Ambil arah kiri pada persimpangan ini menuju Situ Lengkong.

Setiba di persimpangan, tepat sebelum Situ Lengkong, arahkan kendaraan ke kanan. Persimpangan ini berada pada koordinat -7.128332, 108.264984. Ikuti jalan utama hingga tiba di Taman Surawisesa Kawali. Tidak jauh dari taman ini akan ditemui persimpangan pada koordinat -7.185883, 108.373117. Ambil arah kiri pada persimpangan ini menuju arah Kecamatan Jatinegara.

Setelah tiba di Kecamatan Jatinegara, ikuti terus jalan raya utama hingga melewati Kecamatan Rajadesa kemudian ke arah Kecamatan Rancah. Setiba di Pasar Rancah akan ditemui persimpangan tepat di depan Masjid Agung, ambil arah kiri. Ikuti jalan utama hingga bertemu gapura perbatasan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan.

Ikuti jalan raya utama hingga tiba di Kecamatan Subang. Rute berikutnya sama dengan rute bila melalui Kecamatan Darma. Total jarak yang ditempuh bila mengambil rute ini kurang lebih 152 Km dengan waktu tempuh kurang lebih 4 jam 37 menit. Rute ini merupakan rute alternatif bila tidak ingin melewati jalur utama dan jalur yang ramai. Setiba di Situ Lengkong, arus lalu lintas akan sangat sepi dan kebanyakan didominasi oleh sepeda motor dan ELF.

UPLOAD 9

Situ Putat

Situ Putat terletak tidak jauh dari Situ Kabuyutan. Situ Putat berada pada koordinat 7°09’20.6″S 108°34’26.2″E. Luas genangan Situ Putat kurang lebih sekitar 0,29 Ha. Situ Putat hingga saat ini masih dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai tempat memancing dan sumber pengairan bagi lahan persawahan.

Untuk mendekati areal Situ Putat, pengunjung harus menyusuri pematang sawah sejauh kurang lebih 70 m. Pematang sawah yang harus dilalui tidak terlalu sulit dan jarak antar pematang sawah tidak terlalu tinggi. Area di sekitar Siut Putat belum diberi dinding seperti Situ Kabuyutan. Areanya pun lebih terbuka karena berada di tengan area sawah, berbeda dengan area Situ Kabuyutan yang dikelilingi oleh pohon-pohon besar dan tua.

UPLOAD 8

Situ Cibaok

Situ Cibaok berada di dekat Situ Kabuyutan dan Situ Putat. Dibandingkan dengan Situ Kabuyutan, trekking menuju Situ Cibaok lebih jauh lagi. Posisi Situ Cibaok berada paling atas di antara Situ Kabuyutan dan Situ Putat. Situ Cibaok berada pada koordinat 7°09’15.0″S 108°34’31.3″E. Luas genangan Situ Cibaok kurang lebih 0,37 Ha.

Berbeda dengan Situ Kabuyutan dan Situ Putat, Situ Cibaok memiliki air yang sangat keruh, terutama pada musim kemarau. Bahkan, kini hampir seluruh area genangan Situ Cibaok tertutup oleh bangunan non permanen. Area Situ Ciabok sangat terbuka dan langsung menghadap ke Gunung Subang. Tidak ada pepohonan di sekelilingnya. Area Situ Cibaok dikelilingi oleh area persawahan.

Situ Putat, Situ Kabuyutan, dan Situ Cibaok merupakan danau alami yang terbentuk akibat adanya sesar. Seperti yang disebutkan situs milik ESDM, struktur geologi di daerah ini terjadi akibat deformasi seperti patahan/sesar naik dan lipatan antiklin (fold) terdapat di bagian Barat daerah ini. Berdasarkan Peta geologi Lembar Majenang, Jawa, Puslitbang Geologi (Irwan Bahar, 1995), merupakan bagian dari satuan batuan Formasi Halang (Tmph).

UPLOAD 7

Situ Kabuyutan, Situ Putat, dan Situ Cibaok cocok dikunjungi pada perlaihan musim hujan menuju kemarau atau di awal musim kemarau, mengingat kondisi jalan menuju Desa Legokherang yang belum semuanya mulus. Selain itu, Desa Legokherang termasuk salah satu desa di Kecamatan Cilebak yang rawan akan gerakan tanah serta longsor.

Berbeda dengan lokasi danau-danau lainnya di Kabupaten Kuningan, yang cenderung berpusat di kaki Gunung Ceremai, lokasi ketiga danau ini justru sangat jauh dari posisi Gunung Ceremai. Lokasi ketiga danau ini berada jauh di Tenggara Gunung Ceremai. Lokasi ketiga danau ini juga sudah berada di perbatasan dengan Kabupaten Brebes. Gunung Subang dan jejeran perbukitan di sekitarnya merupakan batas geografis antara Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dengan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

UPLOAD 6

UPLOAD 5

UPLOAD 4

UPLOAD 3

UPLOAD 2

UPLOAD 1

 
Leave a comment

Posted by on September 9, 2021 in DANAU, Travelling